harus diawali dengan doa dan pemanasan
yang mana pemanasan ini meliputi pelenturan otot, peregangan, kemudian pembentukan. berlatih secara mendadak sebaiknya dihindari.
dalam berlatih hendaknya juga memperhatikan rataan usia dan kemampuan. sehingga dalam program latihan sering dipisahkan menjadi berbagai tingkatan.
secara global ada dua batasan yaitu : batasan usia dan batasan kemampuan. kenapa hal ini perlu diperhatikan?
pada umumnya setiap padepokan silat hanya menggolongkan peserta didiknya dalam satu batasan yaitu kemampuan, sehingga yang ada hanya tingkat 1, 2, 3 dan seterusnya sesuai dengan tingkatan kemampuan. nah sebaiknya batsan usia juga diperhatikan, karena dalam belajar silat haruslah menyeluruh, artinya tidak hanya kemampuan fisik saja, tapi kemampuan manajemen psikis juga harus diperhatikan.
sebagai kasus riil, dilapangan digelar latihan tingkat satu yang mana tidak ada batasan usia, anak usia SMP dicampur dengan anggota lain yang sudah berkeluarga. nah hasil nyatanya ini kurang bagus bagi psikis si anak SMP maupun bagi yang sudah berkeluarga.
Minggu, 04 Oktober 2009
Gasmi Wonogiri Timur
Gasmi wonogiri merupakan perguruan silat yang tergolong rame peminatnya.
perguruan ini masuk wilayah wonogiri sejak tahun 1999, yang mana organisasi ini disosialisasikan anak-anak usia SMP sebagai assisten pelatih. sungguh menggelikan, namun ini sebuah kenyataan yang sangat mengejutkan.
bisa jadi ini adalah sindiran bagi para pemandu pemerintahan yang belum mampu mengakomodasi kebutuhan dan keperluan generasainya dalam mengakses ilmu pengetahuan khususnya Pencak silat.
Kemudian Gasmi terus berkembang hingga sekarang. dan akan terus berkembang hingga nanti kemudian,
maka untuk para pangarsa wonogiri,, perhatikanlah dinamika masyarakat anda jikalau ga ingin generasi meninggalkan atau mengacuhkan anda dikelak kemudian.
perguruan ini masuk wilayah wonogiri sejak tahun 1999, yang mana organisasi ini disosialisasikan anak-anak usia SMP sebagai assisten pelatih. sungguh menggelikan, namun ini sebuah kenyataan yang sangat mengejutkan.
bisa jadi ini adalah sindiran bagi para pemandu pemerintahan yang belum mampu mengakomodasi kebutuhan dan keperluan generasainya dalam mengakses ilmu pengetahuan khususnya Pencak silat.
Kemudian Gasmi terus berkembang hingga sekarang. dan akan terus berkembang hingga nanti kemudian,
maka untuk para pangarsa wonogiri,, perhatikanlah dinamika masyarakat anda jikalau ga ingin generasi meninggalkan atau mengacuhkan anda dikelak kemudian.
Sindiran Ronggowarsito
Sekar Sinom
Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Milu edan ora tahan
Yen tan milu anglakoni
Boya kaduman melik
Kaliren wekasanipun
Ndilallah karsa Allah
Begja begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada
(Ronggo Warsito, 1802-1873 M)
Sekar Megatruh
Aja pegat ngudiya ronging budyayu
Margane suka basuki
Dimen luwar kang kinayun
Kalising panggawe sisip
Ingkang taberi prihatos
(jangan berhnti berusaha berbuat kebajikan, agar mendapat kegmbiraan dan keslamatan. Agar trcapai cita-cita dan terhindar dari hal yang bukan-bukan, caranya harus dengan prihatin)
Ulatna kang nganti bisane kepangguh
Galedhahen kang sayekti
Talitinen awya kleru
Larasen sajroning ati
Tumanggap dimen tumanggon
(pandanglah samapi bisa ketemu, carilah dngan sungguh-sungguh, telitilah jangan sampai salah, endapkan dalam hati, agar mudah menanggapi sesuatu.
Sekar Gambuh
Mokal lamun alimut
Jroning layang, nitisastra iku
Gajeg ana, pralampitane kang muni
Upama jun kurang banyu
Kocak-kacik kendhit ing wong
Manawa kebak kang jun
Yekti anteng, den indhit ing lambung
Iku bae kena kinarya palupi
Pedak apa umbak umuk
Mundhak kaeseman ing wong
(Ronggo Warsito, 1870)
Saya memilih nasihat Ronggo Warsito karena beliau pernah jadi santri di Gebang Tinatar Tegal Sari ponorogo, sehingga bisa untuk koreksi kita warga Pagar Nusa yang rata-rata juga santri.
Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Milu edan ora tahan
Yen tan milu anglakoni
Boya kaduman melik
Kaliren wekasanipun
Ndilallah karsa Allah
Begja begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada
(Ronggo Warsito, 1802-1873 M)
Sekar Megatruh
Aja pegat ngudiya ronging budyayu
Margane suka basuki
Dimen luwar kang kinayun
Kalising panggawe sisip
Ingkang taberi prihatos
(jangan berhnti berusaha berbuat kebajikan, agar mendapat kegmbiraan dan keslamatan. Agar trcapai cita-cita dan terhindar dari hal yang bukan-bukan, caranya harus dengan prihatin)
Ulatna kang nganti bisane kepangguh
Galedhahen kang sayekti
Talitinen awya kleru
Larasen sajroning ati
Tumanggap dimen tumanggon
(pandanglah samapi bisa ketemu, carilah dngan sungguh-sungguh, telitilah jangan sampai salah, endapkan dalam hati, agar mudah menanggapi sesuatu.
Sekar Gambuh
Mokal lamun alimut
Jroning layang, nitisastra iku
Gajeg ana, pralampitane kang muni
Upama jun kurang banyu
Kocak-kacik kendhit ing wong
Manawa kebak kang jun
Yekti anteng, den indhit ing lambung
Iku bae kena kinarya palupi
Pedak apa umbak umuk
Mundhak kaeseman ing wong
(Ronggo Warsito, 1870)
Saya memilih nasihat Ronggo Warsito karena beliau pernah jadi santri di Gebang Tinatar Tegal Sari ponorogo, sehingga bisa untuk koreksi kita warga Pagar Nusa yang rata-rata juga santri.
Jumat, 02 Oktober 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)